Dairy of The Day
Setiap orang mempunyai pendapat sendiri mengenai perjalanan hidup mereka.
Ketika saya menanyakan sesuatu hal tentang "Apakah hidup manusia itu seperti bintang?? Hanya bintang yang bersinar teranglah yang dapat dilihat dengan jelas, dipuji keindahannya dan ditunjuk keberadaannya. "Saya jawab, menurut saya itu adalah benar". Meski ada beberapa pihak mengatakan bahwa hal itu tak benar. Mungkin pengalaman hidup setiap orang yang membuat setiap pernyataan akan memberikan pendapar yang berbeda-beda.
Kenapa saya bilang hal itu benar? Karena pengalaman hidup saya yang sebelumnya hingga sekarang mengatakan "Ya, itu benar". Ketika sekolah, kamu yang rajin mengerjakan PR, menjadi bintang kelas, berperingkat satu, pasti punya banya kawan. Sebaliknya yang malas, pasti jauh dari kawan2nya. Orang yang kaya, bermobil, cantik, punya usaha dimana2 pasti mudah diingat, banyak yang mencari dan banyak yang merindukan.
Tapi lain halnya dengan saya, dulu saya meraa ada di antara keluarga saya, karna ada Ayah saya. Tau kenapa? Karna Ayah saya banyak yang menyukai. Karna beliau adalah orang yang bisa diajak berdiskusi tentang banyak hal, apapun itu. Rumah saya sering sekali didatangi oleh banyak kawan2 beliau dan keluarga saya yang tinggal di luar kota. Akan tetapi semenjak beliau tak ada, semuanya tampak berbeda. Tak ada lagi terdengar tawa dirumah yang menurut saya cukup besar untuk di tinggali keluarga kami. Sepi dan Sunyi. Yang pasti keluarga Ayah saya tak mungkin datang lagi kerumah ini, dan yang paling ekstrim adalah keluarga saya pun kini jarang sekali untuk datang dirumah ini. Dimulai dimana saya merasa terasingkan adalah ketika keluarga saya terkena musibah, keluarga yang lain tak ada yg memperhatikan. Saya berfikir apakah memang keluarga saya taka ada gunanya lagi? Dimana saya saat itu masih kuliah, adik saya masih sekolah dan ibu saya hanya bekerja sebagai penjual kebutuhan keluarga yang akhir-akhir ini sepi pembeli??
Saat itu saya benar-benar memfikirkan apa yang harus saya lakukan. Saya harus "SUKSES"!! ya "SUKSES"!!! Hal yang pertama adalah saya tidak ingin seperti mereka yang meninggalkan kami ketika kami terpuruk. Saya ingin, saya bisa membantu keluarga saya dan orang-orang disekeliling saya tak pandang bulu. Karna cukup saya yang merasakan apa yang saya rasakan saat ini. Saya yakin atas ridho Tuhan, semua akan berjalan lancar, karna insyaalla niat ini adalah niat baik. Mudah-mudahan juga saya dijauhkan dari sifat sombong seperti mereka. Ya Tuhan, mudahkan atas permohonanku ini, Aaamin2.
Ketika saya menanyakan sesuatu hal tentang "Apakah hidup manusia itu seperti bintang?? Hanya bintang yang bersinar teranglah yang dapat dilihat dengan jelas, dipuji keindahannya dan ditunjuk keberadaannya. "Saya jawab, menurut saya itu adalah benar". Meski ada beberapa pihak mengatakan bahwa hal itu tak benar. Mungkin pengalaman hidup setiap orang yang membuat setiap pernyataan akan memberikan pendapar yang berbeda-beda.
Kenapa saya bilang hal itu benar? Karena pengalaman hidup saya yang sebelumnya hingga sekarang mengatakan "Ya, itu benar". Ketika sekolah, kamu yang rajin mengerjakan PR, menjadi bintang kelas, berperingkat satu, pasti punya banya kawan. Sebaliknya yang malas, pasti jauh dari kawan2nya. Orang yang kaya, bermobil, cantik, punya usaha dimana2 pasti mudah diingat, banyak yang mencari dan banyak yang merindukan.
Tapi lain halnya dengan saya, dulu saya meraa ada di antara keluarga saya, karna ada Ayah saya. Tau kenapa? Karna Ayah saya banyak yang menyukai. Karna beliau adalah orang yang bisa diajak berdiskusi tentang banyak hal, apapun itu. Rumah saya sering sekali didatangi oleh banyak kawan2 beliau dan keluarga saya yang tinggal di luar kota. Akan tetapi semenjak beliau tak ada, semuanya tampak berbeda. Tak ada lagi terdengar tawa dirumah yang menurut saya cukup besar untuk di tinggali keluarga kami. Sepi dan Sunyi. Yang pasti keluarga Ayah saya tak mungkin datang lagi kerumah ini, dan yang paling ekstrim adalah keluarga saya pun kini jarang sekali untuk datang dirumah ini. Dimulai dimana saya merasa terasingkan adalah ketika keluarga saya terkena musibah, keluarga yang lain tak ada yg memperhatikan. Saya berfikir apakah memang keluarga saya taka ada gunanya lagi? Dimana saya saat itu masih kuliah, adik saya masih sekolah dan ibu saya hanya bekerja sebagai penjual kebutuhan keluarga yang akhir-akhir ini sepi pembeli??
Saat itu saya benar-benar memfikirkan apa yang harus saya lakukan. Saya harus "SUKSES"!! ya "SUKSES"!!! Hal yang pertama adalah saya tidak ingin seperti mereka yang meninggalkan kami ketika kami terpuruk. Saya ingin, saya bisa membantu keluarga saya dan orang-orang disekeliling saya tak pandang bulu. Karna cukup saya yang merasakan apa yang saya rasakan saat ini. Saya yakin atas ridho Tuhan, semua akan berjalan lancar, karna insyaalla niat ini adalah niat baik. Mudah-mudahan juga saya dijauhkan dari sifat sombong seperti mereka. Ya Tuhan, mudahkan atas permohonanku ini, Aaamin2.
Comments
Post a Comment