Dairy of The Day Part 2
Entah kenapa, beberapa hari ini pikiran saya agak kacau. Kenapa? Ya, banyak komplain yang berdatangan dari kostumer saya. Entah kenapa? yang salah penggunaannya atau barangnya yang salah saya tidak begitu paham. Karena dari pihak distributor sudah mengatakan kalau barang itu baik2 saja.
Pernah suatu hari saya kebanyakan curhat dan mengeluh kepada saya. Kenapa orang itu begini, begitu dan sebagainya. Kenapa saya di carci dimaki dan sebagainya. Ketika teman saya sudah lelah karna curhatan saya, saya pindah ke teman yang lain, pindah lagi kelainnya lagi. Dan pada suatu hari saya tersadar, apakah saya tak berhak untuk menceritakan masalah saya pada orang yang saya percayai? apakah saya tidak berhak untuk mendapatkan solusi untuk menyelesaikan masalah saya?. Mungkin iya memang benar, ketika hal baru yang datang dalam hidup saya datang dan saya tak tahu harus bagaimana, saya harus kembali kepada Tuhan saya yaitu Allah. Meminta kepada-Nya, memohon kepada-Nya, bagaimana saya harus menghadapi semua ini. Ketka semua teman-teman saya lelah mendengar ocehan saya, keluhan saya, dan apa yg saya risaukan, saya sadar mungkin dalam hidup saya bagi mereka tak begitu penting. Satu hal yang saya resapi, meski saya kini tak punya kawan untuk menumpahkan rasa sedih saya, saya masih punya Allah yang pastinya akan membantu saya.
Jalan hidup saya sekarang hanya saya dan Allah yang tahu, dan saya dan Allah lah yang sangat mengerti kondisi saya sekarang. Kembali lagi pada tulisan saya yang pernah saya post sebelumnya. Bahwa "Hidup Manusia itu seperti Bintang, hanya bintang yang bersinar teranglah yang dapat dilihat dengan jelas, dipuji keindahannya dan ditunjuk keberadaannya.
1 kalimat itulah yang selalu menjadi cambuk semangat saya untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi. Semoga Allah selalu meridhoi dan menuntun perjalanan saya sesuai dengan apa yang saya inginkan. Bismillah
Pernah suatu hari saya kebanyakan curhat dan mengeluh kepada saya. Kenapa orang itu begini, begitu dan sebagainya. Kenapa saya di carci dimaki dan sebagainya. Ketika teman saya sudah lelah karna curhatan saya, saya pindah ke teman yang lain, pindah lagi kelainnya lagi. Dan pada suatu hari saya tersadar, apakah saya tak berhak untuk menceritakan masalah saya pada orang yang saya percayai? apakah saya tidak berhak untuk mendapatkan solusi untuk menyelesaikan masalah saya?. Mungkin iya memang benar, ketika hal baru yang datang dalam hidup saya datang dan saya tak tahu harus bagaimana, saya harus kembali kepada Tuhan saya yaitu Allah. Meminta kepada-Nya, memohon kepada-Nya, bagaimana saya harus menghadapi semua ini. Ketka semua teman-teman saya lelah mendengar ocehan saya, keluhan saya, dan apa yg saya risaukan, saya sadar mungkin dalam hidup saya bagi mereka tak begitu penting. Satu hal yang saya resapi, meski saya kini tak punya kawan untuk menumpahkan rasa sedih saya, saya masih punya Allah yang pastinya akan membantu saya.
Jalan hidup saya sekarang hanya saya dan Allah yang tahu, dan saya dan Allah lah yang sangat mengerti kondisi saya sekarang. Kembali lagi pada tulisan saya yang pernah saya post sebelumnya. Bahwa "Hidup Manusia itu seperti Bintang, hanya bintang yang bersinar teranglah yang dapat dilihat dengan jelas, dipuji keindahannya dan ditunjuk keberadaannya.
1 kalimat itulah yang selalu menjadi cambuk semangat saya untuk menjadi manusia yang lebih baik lagi. Semoga Allah selalu meridhoi dan menuntun perjalanan saya sesuai dengan apa yang saya inginkan. Bismillah
Comments
Post a Comment