MATA RATNA
Huuuft, lagi, lagi, dan lagi..
Hari ini tempat dimana Ratna menimba ilmu, diadakan sebuah event yang lumayan begitu besar, yang melibatkan stasiun televisi yang kondang di Negeri ini. Tiga hari berturut-turut acara itu diselenggarakan. Hari ini adalah hari pertama. Open mic pun dimulai. Ratna baru datang beberapa menit setelah open mic stand up comedy di mulai. Acara itu sedang menampilkan beberapa finalis comic yang memperebutkan kejuaraan. Comic adalah sebutan orang-orang yang melakukan stund up comedy. Saat itu ada 20 peserta comic yang ikut serta dalam perlombaan itu. Dan tak satupun wanita.
Suasana di auditorium tempat acara itu berlangsung terkadang meriah, terkadang hanya terdiam kelam. Disaat ada finalis yang melakukan stand up comedy dengan style yang begitu kocak, serasa disetiap titik ruangan ditempat itu tak ada sedikitpun tak ada ruang kecil untuk diam. Akan tetapi, ada juga comic yang tidak bisa membawa materi mereka dengan baik, sehingga penonton pun tak ada yang tertawa dan terlihat "aneh".
Beberapa jam berlalu, tibalah finalis ke-16, dia bernama Purba. Dia bertubuh tegap, tak terlalu tinggi, berkaca mata, dan dia suka memainan rambutnya kearah depan. Ratna tercengang. Kaget. Ternyata bukan. Dalam hati dia berkata, "Apa dia itu...". Ratna sempat berfikir dia adalah Ferdinan. Cowok yang pernah sebentar berlabuh di hatinya. Akan tetapi tidak terlalu lama dia melayang di awan cinta, dia terjatuh ditebing yang sangat curam. Ferdinan membohonginya. Dia sudah punya kekasih. Selama dia dekat dengan cowok yang bernama ferdinan itu, dia merasakan begitu indahnya cinta. Karena disitu Ratna nyaman dengan keadaan tersebut. Ferdinan adalah cowok yang suka seni, suka ngebanyol, romantis. Dan Ratna suka itu.
Dengan menatap mata Purba ketika tampil dipanggung, membuat Ratna mengingat sesosok Ferdinan dalam hidupnya. Mata Ratna bukan milik Ferdinan. Mata Ratna tidak dimiliki oleh masa lalu yang kelam, akan tetapi masa depan yang indah dengan cinta di mata malaikat yang dikirimkan Tuhan untuk dijadikan pasangan hidupnya.
Hari ini tempat dimana Ratna menimba ilmu, diadakan sebuah event yang lumayan begitu besar, yang melibatkan stasiun televisi yang kondang di Negeri ini. Tiga hari berturut-turut acara itu diselenggarakan. Hari ini adalah hari pertama. Open mic pun dimulai. Ratna baru datang beberapa menit setelah open mic stand up comedy di mulai. Acara itu sedang menampilkan beberapa finalis comic yang memperebutkan kejuaraan. Comic adalah sebutan orang-orang yang melakukan stund up comedy. Saat itu ada 20 peserta comic yang ikut serta dalam perlombaan itu. Dan tak satupun wanita.
Suasana di auditorium tempat acara itu berlangsung terkadang meriah, terkadang hanya terdiam kelam. Disaat ada finalis yang melakukan stand up comedy dengan style yang begitu kocak, serasa disetiap titik ruangan ditempat itu tak ada sedikitpun tak ada ruang kecil untuk diam. Akan tetapi, ada juga comic yang tidak bisa membawa materi mereka dengan baik, sehingga penonton pun tak ada yang tertawa dan terlihat "aneh".
Beberapa jam berlalu, tibalah finalis ke-16, dia bernama Purba. Dia bertubuh tegap, tak terlalu tinggi, berkaca mata, dan dia suka memainan rambutnya kearah depan. Ratna tercengang. Kaget. Ternyata bukan. Dalam hati dia berkata, "Apa dia itu...". Ratna sempat berfikir dia adalah Ferdinan. Cowok yang pernah sebentar berlabuh di hatinya. Akan tetapi tidak terlalu lama dia melayang di awan cinta, dia terjatuh ditebing yang sangat curam. Ferdinan membohonginya. Dia sudah punya kekasih. Selama dia dekat dengan cowok yang bernama ferdinan itu, dia merasakan begitu indahnya cinta. Karena disitu Ratna nyaman dengan keadaan tersebut. Ferdinan adalah cowok yang suka seni, suka ngebanyol, romantis. Dan Ratna suka itu.
Dengan menatap mata Purba ketika tampil dipanggung, membuat Ratna mengingat sesosok Ferdinan dalam hidupnya. Mata Ratna bukan milik Ferdinan. Mata Ratna tidak dimiliki oleh masa lalu yang kelam, akan tetapi masa depan yang indah dengan cinta di mata malaikat yang dikirimkan Tuhan untuk dijadikan pasangan hidupnya.

Comments
Post a Comment